Belajar tentang Pompa Air

Pengetahuan Tentang Pompa AirHampir di setiap rumah di Indonesia  pada umumnya pasti memiliki / ada Pompa Air Listrik dari berbagai macam   ukuran dan daya , sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Seperti apakah rangkaian listrik dari pompa air tersebut ??? di bawah ini ada  gambar mengenai diagram kelistrikan pompa air.
Rangkaian Listrik pompa air terdiri dari beberapa bagian antara lain:

Box Terminal, berfungsi untuk melindungi rangkaian listrik atau sambungan kabel-kabel dari pengaruh luar, seperti air atau benturan benda lain. Pada box terminal terdapat sambungan kabel dari dinamo/motor, kapasitor, dan kabel dari steker listrik.
Kabel, berfungsi untuk meneruskan arus listrik ke motor penggerak, kabel yang dikeluarkan dari motor pompa air biasanya tiga buah, walaupun ada yang memakai empat, tapi rata-rata pompa air memakai tiga buah karena sambungan dibikin didalam lilitan kawat pompa air. Kabel yang dipakai umumnya berwarna merah, putih (abu-abu), dan hitam. Kabel warna merah menghubungkan kapasitor dengan lilitan Sub coil, kabel hitam menghubungkan sub coil dan main coil, yang melewati termostat/protector. kabel warna putih (abu-abu) dihubungkan dari kapasitor dan main coil. Seperti diagram dibawah ini.

Dari koil yang ada dan memakai prinsip elektro motor yang dipakai energi listrik akan di ubah menjadi  energi gerak , dalam hal ini akan memutar as pompa  sampai berapa RPM (Rotation Per Minute / putaran per menit)  yang diujungnya tersambung dengan bilah-bilah dan sudu  pompa yang akan membuat ke vakuman ruang pompa sehingga akan mempunyai daya hisap yang pada akhirnya akan memompakan air dari bawah tanah /atau saluran pipa PAM atau  memindahkan air dari satu tempat ke tempat lainnya.
Coil atau gulungan kawat tembaga yang ada di dalam pompa ada nilai standarnya ;

Berikut ini saya tampilkan nilai standar gulungan pompa air :
Daya Pompa Air Ukuran kawat
(Watt)     Sub Coil                           Main Coil            Jumlah Lilitan
100                0,40                           0,30                       300 – 400
125                0,45                           0,30                       250 – 350
250                0,70                           0,50                       220 – 250
300                0,80                           0,60                       150 – 220
400                0,85                           0,70                       100 – 200
500                0,90                           0,70                       90 – 100
600                1,10                           0,90                       80 – 100

Kapasitor, berfungsi untuk starting pertama saat pompa air di hidupkan, setelah pompa air berputar penuh aliran listrik ke kapasitor akan terputus dengan sendirinya, jika kapasitor terlalu lama dialiri listrik akan menyebabkan panas dan akan menyebabkan kerusakan. Besar atau ukuran kapasitor biasanya disebut mikrofarad (mF atau uf) besaran kapasitor untuk pompa air tergantung besarnya pompa air, umumnya 8mF, 12mF, 16mF, 20 mf, 24 mF, 30 mf.
Cara memilih pompa air
Pompa air di pilih  berdasarkan kebutuhan agar efisien dan efektif. 
Pada dasarnya pembelian pompa air didasarkan pada beberapa hal berikut ini
1. Kedalaman sumur sampai mencapai permukaan air di musim kemarau
2. Ketinggian air yang ingin dicapai
3. Volume air yang diinginkan
4. Daya listrik yang tersedia

Berdasarkan kedalaman sumur, pompa air dibagi menjadi beberapa jenis sbb :

1. Pompa Shallow pump / air dangkal (walaupun tertulis maksimal kedalaman sampai permukaan air = 9   
    meter, namun efektifnya hanya 7 meter)

2. Pompa Semi Jet Pump untuk Sumur dalam (walaupun tertulis maksimal kedalaman sampai permukaan air
    = 11 meter, namun efektifnya hanya 7-9 meter)

3. Pompa Jet Pump untuk Sumur sangat dalam (kedalaman sampai permukaan air 9-20 meter)

4. Submersible pump untuk sumur sangat-sangat dalam (kedalaman sampai permukaan air > 20 meter)

Lihatlah spesifikasi pompa yang menyatakan [suction lift] / daya hisap. Biasanya diukur dalam satuan meterKetinggian air yang ingin di capai dapat ditentukan melalui
a. Ketinggian  penampungan air
b. Ketinggain titik air (misalnya keran di lantai 2).
Untuk dapat mencapai ketinggian tertentu, maka air sangat memerlukan tekanan, karena itu usahakan agar hambatan air dapat dikurangi.
Hambatan air dapat terjadi karena
– Belokan pada pipa air
– Saringan
Lihatlah spesifikasi pompa yang menyatakan [discharge] / daya dorong air. Biasanya diukur dalam satuan meter
Volume air yang diinginkan :
Biasanya semakin cepat putaran mesin pompa, maka akan semakin besar pula aliran air yang dapat dihasilkan, karena itu volume air biasanya (walaupun tidak selalu) identik dengan besarnya konsumsi daya dari pompa tersebut
Daya listrik yang tersedia :
Ketika pompa pertama kali dinyalakan, ia membutuhkan biaya untuk mengisi mesin sampai 2X lipat dari konsumsi daya yang tertera karena itu
– Pastikan bahwa daya listrik yang tersambung pada pompa paling sedikit 2x dari daya pompa tersebut
– Jika aliran listrik tidak stabil, usahakan menggunakan stabilizer.
– Usahakan di dalam jaringan listrik rumah sudah di pakai capasitor bank, agar jika terjadi lonjakan
   kebutuhan arus dapat diredam oleh kapasitor bank yang ada di dalam jaringan rumah. 

Mari kita lihat contoh spesifikasi pompa air

1. Max Capacity : 50 l / min
    artinya pada kinerja normal pompa ini mampu mengalirkan 50 liter air per menitnya
2. Suction lift : 11 m
    artinya pompa ini sanggup menyedot air dengan kedalam permukaan air 11 meter. Belokan yang ada
    sebelum masuk pompa juga di perhitungkan.
    Tapi biasanya kedalam maksimum akan menyebabkan air yang tersedot tidak efektif
3. Discharge head : 26 m
    artinya pompa ini mampu mengalirkan air sampai ketinggian 26 meter (dengan asumsi tidak ada
    hambatan apapun)
4. Total Head : 37 m
    Total head = suction lift + discharge head
5. Pipe size : 1″
    Pipa yang digunakan untuk inlet maupun outlet pompa adalah 1″ (inchi)
6. Ouput : 100 W
    Tenaga listrik yang dibutuhkan pada keadaan normal adalah 100 watt
7. V / HZ / PH : 220/50/1
    untuk menjalankan pompa ini dibutuhkan tenaga listrik 200v dengan frekuensi 50 Hz
8. RPM : 2850
    Pompa ini berputar sebanyak 2850 kali per menitnya

TIPS :
1. Sebaiknya pipa inlet (masuk) ke pompa memiliki diameter yang sama dengan spesifikasi pompa, agar air     yang terhisap dapat efisien, dan usahakan di lem (PVC) dengan baik , agar tidak ada udara luar yang     terhisap oleh pompa yang dapat menyebabkan pe-mompaan tidak maksimal. dan agar png pipa tsb tidak     melebihi panjang daya hisap yang di miliki oleh pompa.2. Biasanya spesifikasi volume air yang di cantumkan pada pompa adalah spesifikasi pada musim hujan (     banyak air) jika dalam musim kemarau , maka volume / debit air yang di hasilkan hanya setengahnya dari     volume air yang tercantum.3. Panjang pipa dan volume pemompaan berbanding terbalik,     misalnya Panjang pipa = 24 meter maka volume bisa 25 L/menit, 30 Meter bisa memompa 18    
    liter/menit,   36 meter bisa memompa 13 liter/menit dst

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *